Skip to main content

Tidak Pernah Merasa Salah

Wajar atau tidak jika sebagai manusia merasa selalu benar?
Menurut saya, hal itu wajar karena setiap manusia punya kapasitas ilmu yang berbeda. Ditambah, manusia diberikan berkah akal dan pikiran. Sehingga bisa memilih mana hal yang baik dan buruk versi pribadi.
Urusan merasa selalu benar, tiap manusia kan punya pilihan dalam setiap tindakan yang akan dilakukan. Hal itulah yang membuat pribadi bisa merasa selalu benar akan pilihannya. Hanya saja kadang, sifat ke-aku-an tiap manusia yang berbeda kadar.
Ada yang ingin selalu menang dalam setiap diskusi. Padahal, berdiskusi tak ada menang atau kalah. Diskusi itu mengemukakan pendapat. Urusan orang lain terpengaruh dengan pendapat orang lain ya itu urusan lain. Esensi berdiskusi adalah bertukar pendapat. Ya kalau bisa dibilang secara sederhana adalah numpang keluarkan unek-unek yang berisi kritik membangun. Bukan cuma menyalahkan salah satu pihak.

Sudah lama sebetulnya ingin membahas hal ini. Hanya saja belum ada kesempatan panjang karena waktu yang selalu terbatas jika membuka laptop. Maklum, masih laptop pinjaman. Semoga saja pekerjaan sampingan saya bisa berbuah hasil yang terlihat jelas. Selama ini, pekerjaan saya tidak selalu terlihat baik di depan keluarga karena selalu dianggap buang-buang waktu saja. 

Comments

Popular posts from this blog

liburan dadakan (1)

ini semua bermula...tepatnya tanggal 23 februari 2015. tante gue ngajak pergi ke kuala lumpur untuk jemput tante gue yang hari minggu berangkat kesana duluan sama temennya. oke, prepare pertama yang kami lakukan adalah mental. melancong ke negeri orang tanpa persiapan itu rasanya nanonano. beneran random, bukan masalah takut nyasar atau gimana. tapi akan kah kita dengan mudahnya ketemu sama tante gue yang sudah duluan disana. jadi, kami menentukan meeting point yaitu McDonalds Bukit Bintang. tanggal yang sama, pas banget itu hari senin yang cukup crowded menurut gue, karena gue dan tante gue yang ngajak berangkat, segera melakukan riset dadakan di semua browser di laptop dan hp. nyari tahu akses ke bukit bintang dari bandara. lalu dari bandara kita harus kemana lagi, karena ga mungkin kayak melakukan rescue yang cuma jemput doang abis itu balik ke jakarta, rugi bandar cyiiin (kalau kata tante gue). intinya pada malam hari sebelum tgl 24 februari, nomor paspor gue udah dipegang sam...

Tahun Baru Semangat Baru

Hi, balik lagi nih akhirnya ke rutinitas ngetik mengetik. Sekarang, lagi mood nulis soal hadiah ke suami. Hehe Semenjak jadi emakemak pengangguran alias nggak ada penghasilan lain selain dari transferan suami, saya jadi berhenti membelikan hadiah atau kado pada momen anniversary maupun birthday. Tapi karena saya memang sudah berniat mencari penghasilan tambahan yang juga direstui oleh suami, jadi deh Awal 2018 ini bisa memberikan kado walaupun nggak mahal-mahal amat lah yaa karena memang ‘hasil’ dari bisnis kecil-kecilan ini belum bisa menyaingi transferan si suami. Jadi, akhir 2017 itu saya akhirnya re-new account lagi di Oriflame. Setelah hampir setahun mendem nggak belanja apa-apa, akhirnya akunnya suspended. Hihi payah yahh saya setahun kemarin beneran off dari dunia belanja kosmetik maupun wellbeing. Tapi akhirnya mulai sadar kalau kecantikan itu perlu dijaga, ditambah kalau bisa berbisnis sambil belanja kenapa nggak dilakukan, kan? Hehe Karena belanja kebutuhan sehari-har...

mengenal (kembali) hobby masa kecil

sewaktu kecil, gue tinggal di bekasi selatan. gue masih inget waktu itu nyokap ngajak gue untuk ke sekolah TK. ceritanya mau daftar TK gitu, tapi gue nangis kejer karena gue ga mau sekolah TK gue pengennya udah pake seragam putih merah alias SD. haha semua gara-gara jalan depan rumah gue adalah jalan pintas untuk pelajar SD ke sekolahnya. intinya gara-gara ga jadi masuk sekolah TK itu, nyokap ngajak gue ke kantor pos yang ada di ujung jalan dan posisinya di belakang Sekolah Tunas Jakasampurna, beliau mau beli prangko untuk kirim surat ke temannya. entah gue lupa siapa dan dimana temen nyokap yang sering kirim-kiriman surat. gue ngeliat beberapa orang beli kertas setumpuk tapi blank gitu belakangnya trus sama orang itu, dia nempelin kayak potongan koran kebelakang kertas yang kayak karton (setelah gue nanya mama itu namanya Kartu Pos). gue ngeliatin aja itu bapak ngelemin potongan koran yang ternyata itu TTS. mulai dari situ gue keranjingan juga nyari kuis dari koran dan majalah Bobo ...